LIVE KAJUARA.NET — Kabar Akurat, Jujur Untuk Anda, Ringkas dan Aktual Minggu, 13 September 2026
KAJUARA.NET KAJUARA.NET
KAJUARA.NET KAJUARA.NET
Bahasa / Language
Kanal Berita
Informasi & Redaksi

Hujan Es dan Embun Beku Picu Krisis Pangan di Papua, Warga Keluhkan Gudang Kosong

Fenomena hujan es dan embun beku kembali memicu krisis pangan di Papua. Warga sebut gudang logistik pemerintah selalu kosong.

Bahrul Ulum
31 Agustus 2026, 11:40 WIB
1 menit baca 8 pembaca
Hujan Es dan Embun Beku Picu Krisis Pangan di Papua, Warga Keluhkan Gudang Kosong
Sumber foto/ilustrasi: BBC News Indonesia

KAJUARA.NET โ€” Fenomena cuaca ekstrim berupa hujan es dan embun beku kembali melanda wilayah pegunungan Papua, memicu krisis pangan parah yang berulang dan dikeluhkan warga karena lambatnya penanganan logistik.

Detail Peristiwa & Konteks

Bencana musiman akibat cuaca ekstrem ini terus menghantam sektor pertanian lokal dan mengancam keselamatan warga. Ironisnya, di tengah krisis yang berulang dari generasi ke generasi, janji pemerintah menghadirkan solusi melalui gudang logistik dinilai tidak pernah terealisasi secara efektif di lapangan.

Advertisement

Sejumlah warga di Kabupaten Lanny Jaya mengungkapkan bahwa ancaman kelaparan akibat gagal panen ini mengingatkan mereka pada situasi masa lalu. "Bapak saya cerita, waktu saya masih bayi, mereka mengungsi karena situasi yang sama seperti hari ini," ujar seorang warga setempat menggambarkan siklus krisis yang tak kunjung putus.

Poin Penting Liputan

  • Hujan es dan embun beku kembali memicu krisis pangan di wilayah Papua.
  • Fenomena cuaca ekstrem merusak tanaman warga dan menyebabkan gagal panen total.
  • Warga Lanny Jaya menyebut gudang logistik yang dijanjikan pemerintah selalu dalam kondisi kosong.
  • Krisis pangan akibat cuaca ekstrem ini merupakan masalah berulang dari masa ke masa tanpa solusi jangka panjang yang memadai.
Dukung Kami

Agar informasi update terus, support kami.

Baca kelanjutan artikel selengkapnya »
Melanjutkan liputan lengkap via BBC News Indonesia
Baca Selanjutnya
Sumber liputan: BBC News Indonesia
Dikurasi oleh Redaksi KAJUARA.NET
Advertisement
Beranda Nasional Cari Menu