Tradisi Ruwatan Anak Bajang Tetap Lestari di Dataran Tinggi Dieng
Tradisi ruwatan anak berambut gimbal atau anak bajang terus hidup dan dilestarikan masyarakat di kawasan Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng.
KAJUARA.NET โ Suasana khidmat menyelimuti kawasan Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, tatkala ritual sakral ruwatan anak bajang atau anak berambut gimbal dilangsungkan sebagai tradisi turun-temurun yang terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat.
Detail Peristiwa & Konteks
Tradisi cukur rambut gimbal bukan sekadar prosesi budaya biasa bagi warga Dieng, melainkan sebuah ritual sakral yang diyakini mampu membebaskan sang anak dari kesialan dan membawa keselamatan hidup. Upacara ini menarik perhatian wisatawan serta peneliti budaya yang ingin menyaksikan langsung keunikan warisan leluhur yang masih terjaga keasliannya di tanah dingin Dieng.
Poin Penting Liputan
- Ritual ruwatan dipusatkan di sekitar kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon.
- Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi anak-anak berambut gimbal atau yang disebut anak bajang.
- Prosesi sakral diyakini sebagai bentuk pembersihan diri dan penolak bala.
- Pelestarian budaya ini turut menjadi daya tarik utama pariwisata sejarah dan budaya di dataran tinggi Dieng.
Dukung Kami
Agar informasi update terus, support kami.